Banyak orang tua kesulitan menghadapi anak yang pilih-pilih makanan atau mengalami kesulitan makan, sehingga asupan nutrisi penting tidak mencukupi. Berikut beberapa strategi untuk menangani anak yang pilih-pilih makanan:
- Batasi asupan susu: Setelah usia 1 tahun, makanan utama harus berupa makanan padat, bukan susu. Anak-anak harus makan tiga makanan padat sehari dan minum 2-3 porsi susu. Mengonsumsi terlalu banyak susu kemasan dapat menyebabkan kekurangan vitamin C, karena proses pengolahan dengan suhu tinggi menghancurkan vitamin C dalam susu, yang dapat mengakibatkan gejala seperti berjalan pincang, keengganan berjalan, dan gusi berdarah.
- Menetapkan waktu makan rutin: Sajikan makanan pertama setelah bangun tidur, dan tawarkan susu setelah jeda singkat. Jangan memberikan susu atau makanan ringan 2-3 jam sebelum makan untuk memastikan anak lapar dan siap makan makanan berikutnya.
- Tetapkan batas waktu untuk makan: Jangan biarkan waktu makan anak melebihi setengah jam.
- Bantu anak-anak mempelajari kebiasaan makan yang sehat: Anak-anak beradaptasi dengan kebiasaan makan baru dengan kecepatan yang berbeda, ada yang membutuhkan waktu 3-4 minggu dan ada pula yang membutuhkan waktu hingga 1-2 bulan.
- Bersabarlah dan beri mereka waktu: Orang tua harus bersabar dan memberi anak-anak waktu untuk beradaptasi. Coba tawarkan makanan yang tidak disukai anak berulang kali, sekitar 10-15 kali, karena wajar jika anak ragu-ragu terhadap tekstur atau aroma makanan baru.
- Perhatikan preferensi anak-anak: Untuk anak-anak yang lebih suka makanan tertentu, perkenalkan makanan baru dalam 10 menit pertama, kemudian izinkan mereka makan makanan pilihan mereka saat waktu makan tersisa 20 menit.
- Anjurkan konsumsi air minum: Mengonsumsi jus buah atau minuman bersoda dapat menyebabkan anak-anak menyukai makanan manis, dan seiring bertambahnya usia, berpotensi menimbulkan masalah berat badan.
- Sesuaikan perilaku keluarga: Orang tua harus menjadi contoh yang baik untuk anak-anak mereka. Jika Anda tidak ingin anak makan atau minum hal-hal tertentu, jangan mengonsumsinya atau menyimpan makanan tersebut di rumah.
- Pilih camilan sehat: Orang tua dapat mengganti camilan manis dengan dim sum atau roti kukus, menawarkan buah, bukan jeli atau permen, dan mengganti es krim dengan yoghurt, buah beku, atau smoothie.
- Buat kesepakatan: Misalnya, orang tua dapat membuat kesepakatan dengan anak bahwa mereka boleh makan satu camilan kecil setelah makan.
- Variasi makanan: Agar tidak monoton, berikan berbagai pilihan makanan. Misalnya, untuk karbohidrat, 1 sendok makan nasi setara dengan 1 potong roti, ½ porsi nasi ketan, atau segenggam makaroni atau mi. Untuk protein, sertakan babi, ayam, ikan, dan tahu.
- Puji kebiasaan makan yang baik: Gunakan afirmasi positif seperti kata-kata pujian atau stiker sebagai hadiah.
- Libatkan anak-anak yang lebih besar: Biarkan anak-anak yang lebih besar ikut serta menyiapkan makanan, seperti membawa piring atau menata meja.
- Hiasi piring mereka agar makanan terlihat lebih menarik bagi anak-anak.
- Makan bersama di meja sebagai keluarga dalam suasana yang menyenangkan.
- Jika akan makan di luar, pilih restoran bersih yang menyajikan makanan yang baru disiapkan, dimasak hingga matang, bersih, dan aman yang cocok untuk anak-anak.
Pola makan yang baik itu penting. Nutrisi yang tepat memastikan anak-anak sehat, bertubuh kuat, tumbuh secara proporsional dan sesuai dengan usia mereka, serta dapat berkembang hingga mencapai potensi penuh mereka. Jika anak-anak kekurangan energi, vitamin, dan mineral, orang tua harus menyesuaikan pola makan dan perilaku mereka. Jika hal ini tidak memungkinkan atau ada kekhawatiran, orang tua harus membawa anak ke dokter untuk pemeriksaan fisik dan saran yang tepat.